Senin, 02 Desember 2013

MOBIL TENAGA SURYA MASA DEPAN

Saat ini berbagai teknologi mobil yang ramah lingkungan dan hemat bahan bakar sangat digemari oleh berbagai kalangan di seluruh dunia. Salah satunya adalah Sunswift Eve yang menggunakan tenaga matahari.
Mobil ini adalah hasil karya tim Sunswift yang berasal dari University of New South Wales, Australia. Mereka telah beberapa kali menciptakan model mobil bertenaga surya. Namun, mobil-mobil sebelumnya didesain sebagai mobil racing dengan desain ultra-efisien yang berkecepatan tinggi.
Berdasarkan berita yang dilansir oleh autoblog beberapa waktu lalu, Sam Paterson mengungkapkan, "kami bertujuan untuk menciptakan mobil yang bisa dikendarai kemana saja, yang memiliki desain menarik dan menghasilkan nol emisi gas buang.." Paterson adalah pimpinan dari tim Sunswift yang keseluruhan anggotanya merupakan mahasiswa fakultas teknik dan fakultas bisnis UNSW yang masih aktif.
Sunswift Eve
Spesifikasi lengkap Sunswift Eve untuk saat ini masih belum ada. Kemungkinan besar spesifikasi lengkap mobil tenaga surya ini akan tersedia pada 09 Agustus tahun ini, bersamaan dengan dengan publikasi resmi Sunswift ke masyarakat.
Sunswift
Sebelumnya, generasi pendahulu Sunswift Eve yaitu Sunswift Ivy berhasil pecahkan rekor dunia dengan menjadi mobil bertenaga surya tercepat. Dengan catatan kecepatan maksimal mencapai 88 km/h.
Sunswift Eve 2013
Namun, Paterson memaparkan bahwa generasi mobil Sunswift kali ini bukan untuk adu kecepatan, melainkan untuk menjadi mobil keluarga yang memenuhi standar legal di Australia.

Mobil Tenaga Surya



Menurut Internatonal Standard (ISO 8713:2002)Mobil Listik dikenal dalam istilah Electric road vehicles yang di Amerika dikembangkan menjadi dua (2) jenis, diantaranya ;Zero Emission Vehicles(ZEV) dan Low Emission Vehicles (LEV).






Mobil listrik yang di kategorikan menjadi Zero Emission Vehicles adalah Mobil Batterai (Battery Operate) dan Mobil Fuel cell. Sedangkan yang dikategorikan menjadi LEV adalah mobil yang sistem penggeraknya memadukan antara convensional engine dengan motor listrik (mobil Hybride). Berbagai teknologi yang berkembang terkait dengan mobil listrik ini, dapat diuraikan secara singkat sebagai berikut :





Mobil Listrik “Batterai Operate" Mobil listrik jenis ini mengandalkan batterai sebagai sumber energi untuk menggerakkan kendaraan. Bagian yang sangat penting pada mobil listrik jenis ini adalah :






1). Motor listrik.


2). Batterai (AKI).


3). Charger (Alat pengisian ulang energi listrik pada AKI).


4). Sistem Kendali (Controller).


5). Managemen Energi (EMS) atau Energy managemen System





Mobil Hybrid Teknologi Mobil hybrid yang dipopulerkan oleh Toyota dan Honda ini, Sebagai solusi menghemat BBM dan mengatasi pencemaran lingkungan. Cara kerja mesin listrik dengan prinsip regenerative (isi ulang/recharging saat kendaraan sedang beroperasi) pada mesin hybrid, berbeda dengan mobil tenaga listrik penuh.





Mobil tersebut tidak bisa mengisi ulang listriknya. Bila listriknya habis, Batterai/aki harus di-charge secara khusus dengan waktu 8 hingga 12 jam (untuk teknologi charger onboard). Khusus mesin hybrid, mesin listriknya bisa mengisi ulang ke aki dengan memanfaatkan kinetic energy saat mengerem (regenerative brakeing). Bahkan sebagian energi mesin dari mesin bensin/solar/bio fuel saat berjalan listriknya bisa disalurkan untuk mengisi batterai/aki. Dengan sistem operasi seperti ini maka akan terjadi penghematan BBM. Di Kota Tokyo Jepang, truk dan bus sudah banyak yang memakai tenaga mesin system hybrid karena dinilai amat efisien/hemat BBM dan mengurangi polusi.




Jenis mesin hybrid secara umum ada yang memakai sistem paralel dan sistem seri, namun yang paling umum adalah parallel. Mesin listrik pada kendaran hybrid sebenarnya hanyalah sebagai penunjang atau bisa disebut booster, pada mesin utama yang memakai bensin ataupun solar. Mesin listrik yang kecil pada kendaraan jenis hybrid tak akan kuat menjalankan mobil secara normal. Perkembangan teknologi mesin hybrid memang kini semakin pesat. Begitu pula dalam pengisian ulang listriknya yang semakin canggih, cepat, dan tenaga mesin listriknya semakin besar.






Mobil Surya “Solar Car” Mobil tenaga surya atau tenaga matahari, adalah jenis kendaraan listrik yang menggunakan tenaga matahari sebagai sumber energinya. Energi matahari ditangkap dengan menggunakan panel cell surya kemudian digunakan untuk menggerakkan motor listrik yang berfungsi untuk memutar roda.




Agar dapat digunakan secara stabil maka pada mobil surya dilengkapi dengan tempat penyimpanan energy (energy storage) umumnya digunakan accu/batterai. Dilengkapai dengan alat control pengatur kecepatan maka mobil ini dapat melaju sesuai dengan kecepatan sesuai dengan kecepatan yang dirancang.




Di Indonesia berkisar 12 tahun yang lalu mobil surya ini dikembangkan oleh mahasiswa ITS Surabaya. 'Mobil Fuel Cell' Fuel Cell adalah sebuah terobosan teknologi yang dilakukan oleh kalangan ilimuan dan industri mobil untuk mencari sumber energi alternatif penggerak mesin. Dan salah satu pilihan terkuat adalah bahan bakar hidrogen, dipilihnya hydrogen karena dianggap memenuhi dua alasan utama, yakni karena hidrogen ramah lingkungan.




Gas buang hasil pembakaran hidrogen sama sekali tidak mencemari lingkungan. Alasan kedua, karena secara alamiah hidrogen tersedia dalam jumlah besar hingga bisa dimanfaatkan dari generasi ke generasi. Hidrogen secara ekonomis dapat diperoleh dengan murah. Siklus air juga memungkinkan hidrogen tersedia dalam jangka panjang. Hidrogen merupakan salah satu pilihan kuat sebagai bahan bakar mobil masa datang, menggantikan peran bahan bakar minyak (BBM) yang tingkat polusinya tinggi dan makin tipis ketersediaannya di alam. Hidrogen bisa diperoleh dengan cara melalui proses meng elektrolisa air. cara ini dianggap tidak mengubah keseimbangan alam, sangat simpel, efektif dan bersih. Yakni dengan teknik elektrolisa air dalam jumlah besar dengan menggunakan tenaga listrik.




Caranya dua elektroda dibenamkan ke dalam bak berisi air, untuk memancing hidrogen. Ion-ion hidrogen yang bermuatan positif ( kation) berkumpul di sekitar katoda negatif. Sedangkan ion-ion oksigen ( anion) dikumpulkan menuju anoda positif. Dengan begitu terbentuklah hidrogen dalam bentuk gas. Setelah hydrogen dalam bentuk gas didapatkan, maka melalui teknologi pembakaran 'dingin' di dalam sebuah sel listrik, yang hasilnya berupa tenaga listrik untuk menggerakkan mobil.http://mobilhibrid.blogspot.com/2012/11/mobil-tenaga-surya.html

Senin, 25 November 2013

Vehicle Stability Assist (VSA)






Vehicle Stability Assist (VSA) merupakan teknologi keselamatan yang secara khusus didesain untuk menstabilkan manuver kendaraan bahkan jika roda kemudi diputar secara mendadak.

Untuk kontrol yang menyeluruh, VSA bekerja secara harmonis dengan ABS (Anti-lock Braking System) dan TCS (Traction Control System).

Di Indonesia, teknologi VSA telah diterapkan pada New Honda Accord VTi-L dan New Honda Civic 2.0 L.

VSA bekerja melalui tiga cara, yaitu:

1. Over-steering control
Komputer memperhitungkan dan membandingkan antara arah mobil yang diinginkan driver ketika menikung (target yaw rate) dan arah aktual mobil. Jika mobil menikung melebihi keinginan driver, ban sebelah luar (outer tires) diperlambat untuk menghindari excess turn.

2. Under-steering control
Komputer memperhitungkan dan membandingkan antara arah mobil yang diinginkan driver ketika menikung dan arah aktual mobil. Jika mobil menikung kurang dari keinginan driver, maka output mesin akan berkurang dan ban sebelah dalam (inner tires) diperlambat untuk membantu mobil menikung mulus.

3. Under-steering control
Pada sebagian jalan yang licin, ban sebelahnya akan mengalami efek skid. Menghentikan putaran ban yang mengalami skidding akan menghasilkan efek yang serupa dengan limited slip differential (LSD).


















http://www.honda-indonesia.com/technology/164/vehicle-stability-assist-(vsa)





Mengemudi Dengan Vehicle Dynamics Integrated Management System

Pada Lexus dan Toyota kami telah membuka jendela ke masa depan penanganan canggih dan teknologi stabilitas dengan dinamika kendaraan sistem manajemen baru yang terintegrasi (VDIM). Melalui penggunaan cerdas dari teknologi terbaru, VDIM beroperasi lebih cepat, lebih cepat dan kurang jelas dibandingkan dengan sistem kontrol stabilitas konvensional, mengantisipasi, daripada bereaksi terhadap hilangnya kontrol kendaraan. Hal ini diprogram untuk memungkinkan pengemudi untuk mendekati batas penanganan kendaraan sebelum mempekerjakan perubahan kecil pada throttle, rem dikontrol secara elektronik dan sistem kemudi untuk memastikan stabilitas yang tidak hilang.VDIM adalah standar pada tahun 2006 Lexus RX 400h hybrid mewah SUV, all-new GS 430 mid-size sedan sport mewah dan, karena keluar bulan Oktober ini, IS 350 entry-luxury sedan sport. VDIM juga standar pada 2006 Toyota Highlander SUV hybrid.VDIM menggunakan strategi kontrol aktif yang mengambil isyarat dari berbagai komprehensif yang mencakup sensor sudut kemudi, tingkat yaw, perlambatan, tekanan rem, pedal rem stroke, kecepatan roda antara lain. Data tersebut digunakan secara individual oleh berbagai sistem kontrol traksi dan secara kolektif oleh sistem VDIM. Data Kendaraan dikumpulkan dari sumber-sumber di papan kendaraan daripada sebelumnya, dan itu diproses lebih cepat, membantu membuat VDIM kurang menonjol namun sangat efektif.Ini termasuk kontrol stabilitas kendaraan (VSC), traction control (TRC), brake assist (BA), anti-lock brakes (ABS) dan kontrol throttle elektronik dengan kecerdasan (ETC-i).Selain itu, tiga teknologi baru yang penting bekerja yang penting bagi efektivitas VDIM: electric power steering (EPS), rem dikontrol secara elektronik (ECB), dan di GS 430, gigi variabel rasio kemudi (VGRS). VDIM kemudian mengintegrasikan semua elemen ini dengan perangkat lunak proprietary yang kuat untuk membantu mengelola mulus total dinamika mengemudi kendaraan.Sistem ECB kami adalah salah satu teknologi kunci baru yang membuat VDIM mungkin. Ini adalah "rem-by-wire" sistem yang menerjemahkan tekanan pedal rem menjadi sinyal listrik yang, melalui kontrol komputer, membantu memberikan kontrol pengereman yang tepat dan dioptimalkan dalam kondisi traksi hampir semua. Sistem ECB juga didukung oleh konvensional kontrol rem hidrolik dalam hal tidak mungkin kegagalan elektronik. Kontrol elektronik ECB memberikan respon rem cepat bila diperlukan, yang membantu sistem VDIM untuk mengantisipasi dan membantu meluncur benar sebelum mereka terjadi.Meskipun baru dalam aplikasi ini, sistem VGRS merupakan pengembangan lebih lanjut dari teknologi yang pertama kali diperkenalkan pada Lexus GS 430 dan baru-baru ini diperkenalkan pada Lexus LX 470. VGRS memberikan beberapa manfaat, termasuk steering aktif, yang meningkatkan kenikmatan mengemudi dan kontrol secara mulus.Pertama, ia menyediakan rasio kemudi relatif cepat dalam kondisi kecepatan rendah, yang terutama meningkatkan kemampuan manuver untuk parkir dan situasi yang sama. Dari rendah ke menengah kecepatan rasio kemudi semakin memperlambat ke tingkat yang lebih tepat untuk kenyamanan pengemudi di kota mengemudi. Dalam kondisi kecepatan yang lebih tinggi seperti jalan bebas hambatan mengemudi, rasio kemudi berkurang lebih jauh untuk membantu memberikan merasa lebih aman dan nyaman bagi pengemudi.Fungsi penting lainnya dari VGRS disebut "kontrol kemudi diferensial," yang membantu sistem kemudi yang benar untuk sedikit keterlambatan dalam respon kemudi - sesuatu yang terjadi di semua kendaraan. Fungsi ini membantu meningkatkan sopir merasa dalam perubahan jalur dan manuver transisi lainnya.Mungkin yang paling penting, dalam kondisi mengemudi yang sulit VGRS berinteraksi dengan sistem lain melalui VDIM untuk secara aktif dan secara otomatis menerapkan perubahan halus dalam rasio sudut kemudi dan usaha steering untuk membantu pengemudi dalam mempertahankan kontrol halus, bahkan di samping angin, semua sementara sisanya hampir transparan kepada sopir.Sistem EPS adalah satu lagi pengembangan kemudi penting yang membuat kontribusi kepada sopir merasakan dan pengendalian dengan menggunakan elektronik yang tepat membantu melalui motor built-in dc di perumahan gigi kemudi. The membantu adalah untuk membantu memberikan tingkat nyaman dan terkendali upaya kemudi dalam kebanyakan situasi mengemudi yang dikendalikan komputer.Dengan semua teknologi kontrol traksi yang bekerja bersama di bawah VDIM "payung," penanganan kelancaran secara dramatis ditingkatkan. Apakah mengemudi melalui kota atau antusias di jalan berkelok-kelok, sistem VDIM bekerja terus-menerus dan mulus untuk menjaga kenyamanan dan keseimbangan mengemudi, tanpa merusak kesenangan.TENTANG PENULISRobert S. Carter adalah wakil presiden dan general manager dari divisi Lexus, Toyota Motor Sales USA, Inc

VDIM



Vehicle Dynamics Integrated Management (VDIM) adalah terintegrasi kendaraan penanganan dan sistem kontrol perangkat lunak yang dikembangkan oleh Toyota . Ini melibatkan hubungan omnibus komputer kontrol traksi , kontrol stabilitas elektronik , steering elektronik , dan sistem lain, dengan maksud untuk meningkatkan daya tanggap terhadap masukan driver, kinerja, dan keamanan secara keseluruhan. Sistem ini pertama kali diperkenalkan di pasar domestik Jepang pada bulan Juli 2004, ketika Toyota memulai debutnya VDIM di Crown Majesta . Hal ini diikuti oleh VDIM debut ekspor pada generasi ketiga Lexus GS , yang diluncurkan pada tahun 2005. VDIM mengintegrasikan perusahaan Vehicle Stability Control (VSC), traction control (TRAC), rem anti-lock (ABS), Electronic Brakeforce Distribution , brake assist dan Electric Power Steering (EPS) antara sistem lain yang sebelumnya bekerja secara independen menggunakan proprietary perangkat lunak. Dengan cara ini semua fungsi sistem bersama-sama daripada ECU prioritas yang paling penting. VDIM awalnya dirancang untuk penggerak roda belakang mobil.

Kemampuan VDIM yang memperluas berdiri sendiri Vehicle Stability Control (VSC) sistem Toyota yang diperkenalkan pada tahun 1995, VSC tetap sistem kontrol stabilitas elektronik dasar yang digunakan oleh perusahaan. VSC menurut definisi tidak mengintervensi sampai setelah selip terdeteksi, sementara VDIM mengambil langkah-langkah untuk mencegah meluncur, slide, atau roda berputar daripada hanya mengambil tindakan setelah ban selip telah terjadi. Hal ini dilakukan dengan terus-menerus melakukan koreksi dengan cara yang halus yang transparan kepada sopir.




Berbeda jauh dengan VSC, VDIM juga dapat mengkalibrasi masukan driver kemudi sesuai dengan kecepatan kendaraan, dengan active steering dan penyesuaian throttle untuk meningkatkan naik kualitas dan kontrol arah selama kinerja mengemudi, seperti dalam kursus slalom.


Dengan sistem EPS VDIM langsung bervariasi jumlah power steering membantu tergantung pada kondisi mengemudi.



Pada kendaraan yang dilengkapi dengan Variable Gear Ratio Steering(VGRS), VDIM juga mengelola rasio gigi kemudi untuk membantu pengemudi mempertahankan kontrol.

Awalnya , sistem ini hanya ditawarkan pada kendaraan yang dilengkapi denganElectronically Controlled Brake (ECB), tapi ini tidak lagi diperlukan.







Kendaraan Pertama untuk debut luar Jepang,Lexus Gs (2005-sekarang)

http://en.wikipedia.org/wiki/Vehicle_Dynamics_Integrated_Management


Selasa, 29 Oktober 2013

MOBIL HYBRID MENGGUNAKAN AIR




Penggunaan BBM makin hari makin bertambah seiring dengan terus bertambahnya volume kendaraan turut menyumbang emisi karbon dan juga menguras kantong hanya untuk membeli seliter minyak untuk dijadikan karbon yang merusak lingkungan. Kini kita perlu sebuah penghematan guna mengurangi penggunaan bahan bakar minyak fosil yang terus menghasilkan karbon oleh Karena itu kenapa tidak kita menggunakan air untuk kendaraan bermotor yang terbukti oleh Poempida Hidayatullah dan Futung Mustari, yang melakukan uji coba pada 30 jenis kendaraan menunjukkan efisiensi bahan bakar bisa sampai 40 persen atau 1 liter untuk 18 kilometer. Lies Wisodjodharmo Program Manager Kegiatan Pengembangan Teknologi Fuelcell BPPT mengatakan bahwa timnya‚ juga telah mengaplikasikan Hidrogen ini pada motor dengan kapasitas 500 watt. Hasil dari tes didapatkan bahwa 1 liter gas hidrogen dapat menempuh perjalanan sejauh 1 km. Bila dibandingkan dengan motor yang berbahan bakar biasa, penggunaan hidrogen ini jauh lebih efisien dari segi biaya per kilo yang dikeluarkan.

Bagai mana air bisa dicampur BBM ? Padahal kalo busi kena air saja mesin tidak akan hidup? Itulah hebatnya sains teknelogi, kini kita sedikit mengarah ke pelajaran kimia. Air yang memiliki rumus kimia (H20) merupakan senyawa dari unsur Oksigen dan Hidrogen, atau bisa dikatakan dalam air ada dua partikel Hidrogen adalah sebuah gas yang sangat mudah terbakar mirip gas LPG, Oksigen adalah sebuah gas yang dibutuhkan untuk pembakaran (pembakaran dapat terjadi kalau ada persediaan Oksigen yang mencukupi). Hidrogen adalah unsur yang teringan. Dan ia juga merupakan unsur yang sangat melimpah. Anda bisa menemukannya, hasilnya dapat menghemat BBM 30 sampai 80%. Seperti dilaporkan dalam buku mereka, Rahasia Bahan Bakar Air, uji coba pada Toyota Avanza, Mei lalu, di seluruh jagad raya ini. Hidrogen ada di bintang-bintang, di ruang antara bintang-bintang, dan tentu saja di bumi yang paling mudahnya kita bias mendapatkannya dari air.

Lalu bagaimana hidrogen dapat menghemat BBM ? Seperti yang sudah diulas diatas tadi sifat hidrogen yang terkandung dalam air memiliki sifat mudah meledak/terbakar seperti halnya bensin atau minyak tanah. Sedangkan mesin memerlukan bahan bakar untuk melakukan proses pembakaran didalam ruang bakar untuk menciptakan tekanan yang menggerakkan piston. Untuk melakukan proses pembakaran mesin membutuhkan bahan bakar seperti bensin, premium, pertamax atau solar lalu didalam ruang bakar mesin, busi akan memercikan api guna membakar bahan bakar tersebut sehingga dapat menggerakkan piston. Nah sekarang bagai mana jika BBM yang selama ini kita beli kini kita gantikan dengan Hidrogen yang banyak terdapat di air.

Bagaimana caranya mendapatkan Hidrogen dari air ? Caranya dengan melakukan elektrolisis pada air yaitu penguraian senyawa air (H2O) menjadi oksigen (O2) dan hidrogen gas (H2) dengan menggunakan arus listrik pada elektroda yang melalui air tersebut. Gas hidrogen dan oksigen yang dihasilkan dari reaksi ini membentuk gelembung pada elektroda dan dapat dikumpulkan. Prinsip ini kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan hidrogen yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Atau jika mau iseng iseng pengen percobaan bisa dilakukan dengan cara berikut: Ambil air di dalam sebuah gelas, ingat harus menggunakan air bersih, terus ambil 2 baterai 1.5 V yang berukuran besar, lalu buka kedua baterai itu. Kalau sudah, kamu nanti akan memnemukan sebuah batangan hitam (elektroda). Lalu kedua batangan itu sambung ke baterai 9V. Lalu celupkan dua elektroda itu tadi. Maka akan terlihat gelembung-gelembung hidrogen pada elektroda, hati-hati jangan lakukan percobaan ini dekat api karena sifat hidrogen sangat mudah terbakar.
Hidrogen ini belum dapat digunakan 100% persen pada mesin kendaraan konvensional saat ini karena Kendaraan bermotor umumnya di desain untuk menggunakan bensin (otto cycle), yakni campuran antara cetane (C7 H16) dan octane (C8 H18). Jadi jika ingin mengaplikasikan Hidrogen ini sebagai bahan bakar, harus mendesain ulang prinsip kerja motor pembakaran piston. Tapi bukan berati teknologi ini tidak bisa digunakan. Hidrogen hasil elektrolisis yang membentuk gelembung udara dapat disalurkan ke manipol dan bercampur dengan bensin yang sudah dikabutkan oleh karburator menuju ruang pembakaran. Pembakaran yang dengan tambahan gas hidrogen ini ternyata makin kuat, yang berdampak pada penghematan BBM.

Bisa dikatakan air bisa buat menghemat BBM yang harganya mahal saat ini. Biaya untuk membuat rangkaian penghemat BBM yang dibutuhkan untuk pembelian tabung, elektroda, dioda, lampu, dan kabel dll. Ini merupakan teknologi masa depan, mungkin 5 – 10 tahun kedepan semua kendaraan sudah menggunakan bahan bakar hidrogen yang sekarang teknologi ini sudah gencar dikembangkan oleh produsen-produsen otomotif dunia. Atau bisa dikatakan suatu hari nanti kita tidak perlu lagi keluarin duit utuk beli BBM. Tinggal isi tangki pake air mobil jalan deh.


Kendaraan hidrogen adalah kendaraan yang mempergunakan gas hidrogen sebagai bahan bakarnya. Hal ini tidak terbatas pada mobil saja, melainkan telah ada pesawat udara yang menggunakan hidrogen sebagai bahan bakarnya. Pada dasarnya kendaraan seperti ini ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar konvensional seperti minyak yang biasanya akan menimbulkan polusi dan efek rumah kaca.

Teknologi bahan bakar hidrogen ini sebenarnya sudah lama ditemukan sejak 100 tahun yang lalu. tetapi karena pembisnis-pembisnis minyak takut bangkrut pada saat itu hasil temuan ini dihilangkan, bukan hanya temuannya, tetapi juga penelitinya. Nasib tragis dialami Nicola Tesla yang dipenjara dan dihukum mati tahun 1943 dan Stanley Meyer dari AS yang terbunuh tahun 1998. Upaya pembuatan bahan bakar air (watercar) sebenarnya telah dirintis lebih dari dua abad, tepatnya pada tahun 1805 oleh Isaac de Rivaz yang dari Swiss. Ia orang pertama yang menggunakan hidrogen yang dihasilkan dari elektrolisa sebagai bahan bakar untuk mesin. Namun ketika itu rancangannya belum dapat memuaskan. Setelah itu, tersebutlah beberapa nama peneliti yang melanjutkan upaya itu, seperti Luther Wattles dan Rudolf A Erren. Kemudian, Yull Brown, warga Sydney, Australia, pada tahun 1974 berhasil membuat BBA untuk menggerakkan mesin.

MENGENAL TEKNOLOGI MOBIL HYBRID



http://motorjogja.com/mobil/mengenal-teknologi-mobil-hybrid





MOBIL HYBRID — Kenaikan harga BBM memang menjadi satu hal yang tidak bisa dipungkiri terus terjadi. Seperti diketahui Bahan Bakar Minyak merupakan hasil dari sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui. Permasalahan inilah salah satu yang mendasari lahirnya teknologi Hybrid. Menggantikan BBM 100 persen dengan sumber lain sebagai bahan bakar kendaraan bermotor memang masih belum efektif bisa diterapkan. Karena itulah Teknologi Hybrid diterapkan. Teknologi Hybrid pada dasarnya menggunakan bahan bakar minyak dan listrik secara bersamaan.




Mobil hybrid bekerja secara komplementer dengan dua buah sumber tenaga yaitu BBM dan listrik. Dengan menggabungkan dua sumber tenaga tersebut konsumsi BBM akan dapat dihemat. Saat gas ditekan, mobil masih bisa melaju dengan motor listriknya hingga 50 km per jam. Mesin bensin baru akan bekerja jika mobil berada di atas kecepatan 50 km/jam atau ketika baterai mobil tersedot habis.


Salah satu yang sudah menerapkan teknologi Hybrid pada mobil komersial adalah Toyota dengan Toyota Prius. Berdasarkan test drive Toyota Prius di jalanan Jakarta, Toyota Prius, mendapatkan angka konsumsi bahan bakar yang sangat irit yaitu 1 liter untuk 22 kilometer. Efisiensi bahan bakar yang dihasilkan Toyota Prius membuat pengendara mobil ini tidak akan khawatir dengan kenaikan harga BBM yang terus meningkat. Namun sayangnya harga mobil hybrid ini masih lumayan tinggi untuk konsumen kelas menengah ke bawah.
Cara Kerja Mobil Hybrid


1. Saat Mobil Berhenti

Pada saat mobil hybrid berhenti yang bekerja adalah mesin bahan bakar, sedangkan generator, dan motor listrik tidak bekerja. Pada saat energi listrik di baterai mulai menipis dan kendaraan sedang berhenti, mesin bahan bakar akan menyala sejenak untuk sedikit mengisi baterai.

Mesin bahan bakar memutar generator sehingga generator dapat menghasilkan energi listrik untuk mengisi ulang baterai. Bila kondisi EV (Electric Vehicle) Mode yang terdapat pada mobil hybrid maka mobil hanya digerakkan oleh motor listrik saja (maksimum sejauh 1km jika baterai dalam kondisi penuh) dan kecepatan maksimum 45 km/jam.





Bagan Teknologi Mobil Hybrid


2. Saat Kendaraan Mulai Bergerak dari Berhenti

Saat keadaan ini motor listrik menggerakkan mobil, sementara mesin bahan bakar tidak bekerja. Baterai memberikan energi listrik kepada motor listrik, motor listrik menggerakkan roda mobil.


3. Kondisi Kecepatan Rendah Konstan

Motor listrik sebagai penggerak utama sementara mesin bahan bakar hanya sekali-sekali saja membantu. Baterai memberikan energi listrik kepada motor listrik, motor listrik menggerakkan roda mobil dan mesin bahan bakar terkadang membantu menggerakkan roda mobil.


4. Kondisi Akselerasi

Motor listrik dan mesin bahan bakar secara bersamaan bekerja untuk menghasilkan tenaga gabungan yang besar. Baterai memberikan energi listrik kepada motor listrik untuk menggerakkan roda mobil begitu juga secara bersamaan mesin bahan bakar juga menggerakkan roda mobil.


5. Kondisi Kecepatan Tinggi Konstan

Mesin bahan bakar bekerja penuh karena sebagai penggerak utama sementara motor listrik hanya sekali-sekali saja membantu. Mesin bahan bakar menggerakkan roda, baterai terkadang memberikan energi listrik kepada motor listrik yang terkadang membantu mesin bahan bakar menggerakkan roda mobil.


6. Kondisi Deselerasi

Motor listrik dalam kondisi mengisi ulang baterai sehingga sebagai generator kedua fungsinya sementara mesin bahan bakar berhenti bekerja. Roda mobil memutar motor listrik yang berubah fungsi sebagai generator kedua untuk menghasilkan energi listrik untuk mengisi ulang baterai.


Jika teknologi Hybrid sudah bisa diimplementasikan pada kebanyakan mobil, tentu akan banyak sekali penghematan BBM yang dihasilkan. Selain itu dengan teknologi Hybrid pencemaran lingkungan yang dihasilkan oleh gas buang mobil BBM akan berkurang banyak, sehingga ramah terhadap lingkungan.